Add HTML here.




   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sunday, July 03, 2005
Sederhana

Mohon Maaf Cintaku Sederhana
kepada Dita

Tidak ada ikatan dalam hubungan kami, namun pergantian musim
telah mempengaruhi sesuatu. Hingga kami bersama memainkan perasaan,
menepati janji dan saling peduli.

Kami dibesarkan bersama lingkungan desa, namun ikhtiar mengubah peruntungannya.
Ia meninggalkan keawaman menuju hingar-bingar rimba kota.
Tidak ada penyesalan, tak ada kehilangan. Hanya temanku berkurang satu seorang,
hanya teman, hanya satu. Hingga aku menangis dikemudian hari.

Because I love you ...

(2005)


Posted at 01:41 pm by tirtadisastra
Make a comment  

Saturday, July 02, 2005
Tentang Kematian ...

Ketika ajal tiba

Dan ketika aku mati. Aku berpesan kepada penemu jasadku
agar dibersihkan, hingga menyerupai seorang manusia lahir tanpa kotor.
Balutkanlah sekadar kafan hingga menutupi tubuhku, dan perkenankanlah aku
mendengar adzan untuk yang terakhir kali. Dirikanlah shalat agar kamu
mengingat maut. Timbunlah jasadku dengan tanah yang baik
tanpa meninggikan permukaan. Dan aku akan berterima kasih dengan angin yang menyapa.

(2004)


Posted at 01:32 pm by tirtadisastra
Make a comment  

Saturday, May 07, 2005
Sahabat

Sahabat
: Sigit, Dhani, Nugraha

Selalu kuingat
Ketika kau antar sekolah
Ketika aku pulang lelah
Meski kau padat

Disaat aku bimbang
Kau menghampiriku
Ketika kau matang
Aku melengkapimu

Aku akan setia menantimu
Karena hidup dan matiku
Kutitipkan kepadamu
[antar kota dalam propinsi]

(2003)


Posted at 01:03 pm by tirtadisastra
Comments (3)  

Monday, May 02, 2005
Tragedi

Tragedi, Cinta, dan Monyet

 

: Santi, Eka, dan Putri

 

Salamin aku dong!

lam

sa

lam

sa

lam

sa

lam

Akan aku tembak dia!

bak

tem

bak

tem

bak

Bersedia, siap, ya … Tembak!

cin

ta

cin

ta

cinta,

ta

cin

ta

BRUTUS :

-          Sakit hati,

-          Frustasi, dan

-          Ingin mati.

 

(2002)


Posted at 01:16 pm by tirtadisastra
Comment (1)  

Sunday, May 01, 2005
Bulan Merindu

Semoga Bulan Merindu Punguk

Bodoh, tak tau permukaan bulan berlubang
hingga aku jatuh, cinta pada senior
adalah aku tak lebih, beda dari
seekor punguk merindu bulan
semoga astronot berkenan membawa punguk
walau sekadar bahan eksperimen
seperti anjing Laika yang berhasil mendekatimu

Pfs (2003)


Posted at 06:19 pm by tirtadisastra
Comment (1)  

Monday, April 25, 2005
Kupu-kupu

Kupu-kupu Dibalik Kaca

Sekuat tenaga menabrak kata,
melihat bunga diluar sana.

(2005)


Posted at 10:15 pm by tirtadisastra
Make a comment  

Monday, April 11, 2005
Bukti Cinta

Takutku Bukti Cinta Kepadamu
             kepada Dita

Aku takut jika cinta hanya berakhir duka.
Hingga aku memilih jalan sungai
mengalir menuju hakikat samudra.

Maaf cintaku sederhana. Sebagai sungai mengalir apa adanya. 
Tapi setulus hati aku mencintaimu ...
          Sudikah engkau mengalir seperti aku?

(2004)


Posted at 11:54 pm by tirtadisastra
Comments (2)  

Friday, March 25, 2005
Bola

Bola (Joko Pinurbo)

Permainan sudah selesai. Perburuan tak akan usai.
Kostum, bendera, spanduk bertebaran di pinggir arena.
Ribuan penonton telah pulang meninggalkan stadion,
tempat yang kalah dan yang menang bertukar celana.
Maafkan kami yang tak juga paham rahasia bola.

Di tengah lapangan Maradona masih menari di atas bola:
bulatan nasib yang selembut doa; buntalan daging
yang membalut kandungan bunda, tempat janin kudus
mengarungi hari-hari agung penciptaan; puisi pengembara
yang ditenun dari benang-benang aksara.
Aku ingin masuk ke dalam bola, ingin meringkuk di sana.

(2004)


Posted at 11:12 pm by tirtadisastra
Make a comment  

Joko Pinurbo

Joko Pinurbo lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 11 Mei 1962. Alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP (sekarang Universitas) Sanata Dharma Yogyakarta. Buku puisinya: Celana (1999), Di Bawah Kibaran Sarung (2001), Pacarkecilku (2002), Trouser Doll (2002), dan Telepon Genggam (2003). Pernah menerima beberapa penghargaan sastra. Puisi-puisinya telah diterjemahkan ke beberapa bahasa asing. Kumpulan puisi terbarunya, Kekasihku.


Posted at 10:45 pm by tirtadisastra
Make a comment